Blok M Sepi di Hari Raya Idul Fitri 2025: Ketenangan, Cita Rasa, dan Khidmat di Masjid
-Baca Juga
Blok M, biasanya jantung denyut Jakarta Selatan yang ramai, menampilkan wajah berbeda di Hari Raya Idul Fitri 1446 H, Senin (31 Maret 2025). Suasana yang biasanya dipenuhi hiruk pikuk kendaraan dan aktivitas, kini berubah menjadi lengang dan sunyi. Udara terasa lebih bersih, terbebas dari polusi suara dan asap kendaraan. Sinar matahari pagi menerpa kawasan ini dengan lebih leluasa.
Jalan Panglima Polim, arteri utama yang biasanya padat merayap, mengalir lancar. Keheningan menggantikan bunyi klakson, hanya kicauan burung yang terdengar.
Blok M Square, pusat kuliner yang biasanya ramai, tampak lengang. Hampir semua gerai tutup, kecuali beberapa yang masih beroperasi dengan pengunjung terbatas. Namun, di beberapa gerai yang buka, terlihat sajian khusus Lebaran. Aroma ketupat, opor ayam, dan rendang memenuhi udara. Beberapa gerai juga menawarkan kue-kue Lebaran, menambah semarak suasana meskipun dalam kesunyian.
Jalan Faletehan 1 dan 2, biasanya dipadati kendaraan, tampak kosong. Ketiadaan suara peluit tukang parkir semakin menegaskan kesunyian. Namun, di beberapa sudut, terlihat pedagang kaki lima yang menjual makanan dan minuman khas Lebaran.
Di beberapa rumah makan yang masih buka, terlihat keluarga menikmati hidangan Lebaran. Menu-menu seperti opor ayam, rendang, sayur lodeh, dan ketupat menjadi pilihan utama. Aroma rempah-rempah yang khas menambah suasana hangat dan meriah.
Namun, di tengah kesunyian Blok M, suasana berbeda terpancar dari Masjid-masjid di sekitarnya. Masjid-masjid yang biasanya ramai di waktu sholat biasa, di hari raya Idul Fitri ini dipenuhi oleh jamaah yang khusyuk menjalankan ibadah sholat Id. Suasana khidmat dan penuh kekhusyukan menyelimuti ruangan, diiringi lantunan ayat suci Al-Quran yang dibacakan oleh imam. Setelah sholat Id, jamaah saling bertegur sapa dan berpelukan, menunjukkan rasa kebersamaan dan ukhuwah Islamiyah. Anak-anak terlihat riang bermain di halaman masjid setelah selesai sholat, sementara orang dewasa sibuk bercengkrama dan berbagi cerita. Suasana penuh kegembiraan dan kerukunan ini menjadi kontras yang indah dengan kesunyian di area Blok M lainnya.
Meskipun sebagian besar kawasan Blok M sepi, aroma dan cita rasa Lebaran tetap terasa. Makanan-makanan khas Lebaran yang dijual di beberapa tempat, meskipun terbatas, memberikan sentuhan hangat dan meriah di tengah kesunyian. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun aktivitas ekonomi mereda, semangat Lebaran tetap terasa di Blok M, terutama di masjid-masjid yang menjadi pusat peribadatan dan kebersamaan umat muslim. Keluarga-keluarga kecil terlihat berjalan-jalan santai, menikmati suasana tenang, dan mencicipi kuliner Lebaran yang tersedia.
Secara keseluruhan, Lebaran 2025 di Blok M menghadirkan pengalaman yang unik. Ketenangan yang tak biasa menggantikan hiruk pikuk sehari-hari, memberikan kesempatan untuk menikmati suasana yang lebih damai dan refleksif. Meskipun aktivitas ekonomi mereda, semangat Lebaran tetap terasa melalui aroma dan cita rasa makanan khas Lebaran dan khidmatnya sholat Id di masjid-masjid sekitar. Blok M, yang biasanya identik dengan keramaian, menunjukkan sisi lain yang tenang dan damai di hari raya, menciptakan kenangan Lebaran yang berbeda namun tetap berkesan.
Writer Riendr
Editor Van Gan