Bencana Tanah Longsor di Pacet-Cangar Akibat Hujan Dengan Intensitas Tinggi
-Baca Juga
Hujan deras yang mengguyur wilayah Pacet dan Cangar, Mojokerto, Jawa Timur pada Kamis, 3 April 2025, pukul 13.30 WIB, telah mengakibatkan bencana tanah longsor yang signifikan. Peristiwa ini tidak hanya menutup akses jalan alternatif yang menghubungkan Pacet dengan Batu, Malang, menimbulkan kemacetan panjang dan mengancam keselamatan pengguna jalan, tetapi juga berdampak besar terhadap masyarakat setempat.
Longsor yang terjadi telah menyebabkan kerusakan infrastruktur dan kerugian ekonomi bagi masyarakat Pacet dan Cangar. Dampak yang ditimbulkan terputusnya akses jalan, akibat material longsor. Aktivitas ekonomi masyarakat pun terganggu, terutama bagi mereka yang menggantungkan hidup dari sektor pariwisata. Penutupan akses jalan telah membatasi mobilitas penduduk dan menghambat distribusi barang dan jasa.
Kejadian ini bukan tanpa sebab. Wilayah Pacet-Cangar memang dikenal memiliki tingkat kerawanan longsor yang tinggi, terutama selama musim hujan. Kondisi geografis yang berbukit dan tanah yang labil menjadi faktor utama penyebab bencana ini. Hujan deras yang terus-menerus telah melemahkan struktur tanah, sehingga memicu longsor yang menutup akses jalan dan merusak sejumlah bangunan. Tindakan cepat dari BPBD dan PMK bersama alat berat dalam melakukan evakuasi dan pembersihan material longsor patut diapresiasi, namun dampak sosial ekonomi tetap signifikan.
Kemacetan panjang di jalur Cangar menuju Batu menjadi bukti nyata dampak dari bencana ini. Kepolisian setempat dengan bijak mengimbau pengguna jalan untuk menghindari jalur tersebut dan mencari alternatif lain. Imbauan ini sangat penting, mengingat kondisi cuaca yang masih buruk dan potensi longsor susulan yang masih mengancam. Keselamatan pengguna jalan harus diutamakan.
Sebagai alternatif, terdapat beberapa jalur yang dapat dipilih. Jalur utama Mojokerto via Ngoro - Watu Kosek - Singosari - Rampal Malang menawarkan rute yang lebih panjang, namun lebih stabil dan terhindar dari risiko longsor. Kondisi jalan yang lebih terawat dan terpantau menjadikannya pilihan yang lebih aman, meskipun membutuhkan waktu tempuh yang lebih lama. Alternatif lain adalah jalur Tol Surabaya-Malang, yang menawarkan kecepatan dan keamanan relatif tinggi, meskipun membutuhkan biaya tol dan berpotensi lebih padat, terutama saat musim liburan seperti Lebaran yang akan datang.
Meskipun jalur alternatif tersebut dianggap lebih aman, penting untuk selalu memantau kondisi lalu lintas terkini melalui aplikasi navigasi atau media sosial sebelum memulai perjalanan. Kondisi jalan dan lalu lintas dapat berubah secara tiba-tiba. Kewaspadaan dan antisipasi merupakan kunci utama dalam menghadapi bencana alam. Kepada para pemudik yang akan melewati jalur tersebut, khususnya selama periode libur Lebaran, dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan memilih jalur utama sebagai langkah antisipasi.
Writer Dion
Editor Djose