Upacara Melasti di Petirtaan Jolotundo: Sucikan Diri Jelang Nyepi 1947 Saka, di Situs Bersejarah Peninggalan Raja Airlangga
-Baca Juga
Umat Hindu di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, kembali melaksanakan upacara Melasti di Petirtaan Jolotundo, Trawas, Minggu, 23 Maret 2025. Sejak pagi, mereka berdatangan ke situs bersejarah peninggalan Raja Airlangga yang terletak di Desa Seloliman, di kaki Gunung Penanggungan. Upacara ini menjadi bagian penting dalam rangkaian persiapan menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1947 yang jatuh pada 29 Maret mendatang. Petirtaan Jolotundo sendiri menyimpan sejarah yang kaya dan menarik.
Petirtaan Jolotundo, dengan keindahan dan aura spiritualnya, menjadi tempat yang tepat untuk melaksanakan ritual Melasti. Dipercaya dibangun pada abad ke-11 Masehi, Petirtaan ini merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Kahuripan di masa pemerintahan Raja Airlangga. Struktur bangunannya yang unik dan masih terawat hingga kini menjadi bukti kehebatan arsitektur masa lalu. Beberapa sumber sejarah menyebutkan bahwa Petirtaan Jolotundo digunakan sebagai tempat pemandian suci bagi keluarga kerajaan dan para bangsawan. Airnya yang jernih dan segar dipercaya memiliki khasiat untuk membersihkan diri, baik secara fisik maupun spiritual. Keberadaan Petirtaan Jolotundo semakin memperkuat nilai sakral upacara Melasti yang dijalankan di tempat ini.
Upacara Melasti sendiri memiliki makna yang sangat mendalam bagi umat Hindu, yaitu sebagai prosesi pensucian diri dan penyucian alam semesta. Melasti bertujuan untuk menghilangkan segala kotoran, baik lahir maupun batin, termasuk angkara murka yang ada dalam diri manusia. Dengan demikian, umat Hindu berharap dapat menyambut Nyepi dengan hati dan jiwa yang suci dan bersih.
Acara diawali dengan doa bersama yang khidmat di luar area Petirtaan Jolotundo. Suasana penuh kekhusyukan terasa saat para umat Hindu memanjatkan doa dan harapan mereka. Setelah doa bersama, acara dilanjutkan dengan penampilan tari-tarian tradisional yang meriah sebagai bentuk penyambutan dan ungkapan rasa syukur. Arak-arakan Jempana, tandu yang berisi benda-benda sakral dan sarana persembahyangan, juga turut memeriahkan suasana. Jempana ini diarak dengan penuh hormat dan khidmat oleh para umat Hindu.
Kehadiran umat Hindu dari berbagai penjuru Kabupaten Mojokerto menunjukkan betapa pentingnya upacara Melasti ini bagi mereka. Upacara ini bukan hanya sekadar ritual keagamaan, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi dan mempererat persaudaraan antar umat Hindu. Melasti di Petirtaan Jolotundo, dengan latar belakang sejarahnya yang kaya, menjadi momen yang sarat makna spiritual dan kebersamaan, mempersiapkan diri menuju kedamaian dan kesucian dalam menyambut Hari Raya Nyepi.
Writer Dion
Editor Djose