Peresmian Sistem Peringatan Banjir di Desa Tempuran, Mojokerto ~ Detak Inspiratif | Berita dan informasi terkini Indonesia
RUNNING STORY :
Loading...

Peresmian Sistem Peringatan Banjir di Desa Tempuran, Mojokerto

-

Baca Juga

Kantor Balai Desa TEMPURAN Kecamatan Sooko Mojokerto 


Dalam rangka mendukung program 100 hari kerja Bapak Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra dan Muhammad Rizal Ocktavian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto akan meresmikan sistem peringatan dini banjir. Peresmian ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana banjir, khususnya di wilayah yang rawan terdampak. Sistem ini akan memberikan peringatan dini kepada masyarakat melalui sirine dan SMS jika air sungai sudah mulai naik dan berpotensi banjir.

Peresmian akan dilaksanakan pada Senin, 24 Maret 2025, siang hari, bertempat di Balai Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Pemilihan Desa Tempuran sebagai lokasi peresmian bukan tanpa alasan. Desa ini merupakan wilayah rendah yang paling terdampak bencana hidrometeorologi pada bulan Januari hingga Februari 2025, mengalami dampak banjir selama lebih dari satu bulan.

Letak geografis Desa Tempuran yang berada di daerah aliran sungai Avour (dari aliran sungai Konto Kabupaten Jombang dan aliran dari Bendungan Karangkates Malang), serta posisinya sebagai daerah hilir anak sungai Brantas, menjadikannya sangat rentan terhadap banjir. Kurangnya resapan air di wilayah ini semakin memperparah kondisi tersebut.

Bukan hanya Desa Tempuran, beberapa titik di Kecamatan Sooko juga berisiko tinggi terhadap banjir. Kawasan-kawasan ini berada di sepanjang anak sungai Brantas, termasuk Desa Daleman, Desa Sooko, Desa Wringinrejo (perbatasan dengan Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon), dan daerah pertemuan aliran sungai Kromong (Pacet), sungai Pikatan (Gondang), aliran dari Gunung Welirang dan Arjuno, serta sungai Jurang Jetot (Kecamatan Jatirejo, perbatasan dengan Desa Wonosalam, Kabupaten Jombang, dari aliran Gunung Anjasmoro). Ketiga pertemuan sungai ini mengalir menuju sungai Brangkal dan Surodinawan (anak sungai Brantas), yang sering mengalami peningkatan debit air signifikan saat hujan deras melanda kawasan puncak Trawas, Pacet, dan Wonosalam. Akibatnya, daerah rendah seperti Kecamatan Sooko menjadi langganan banjir.

Dengan adanya sistem peringatan dini banjir ini, diharapkan masyarakat Desa Tempuran dan sekitarnya dapat lebih siap menghadapi potensi bencana banjir. Sistem ini akan memberikan informasi cepat dan akurat mengenai ancaman banjir, sehingga warga memiliki waktu untuk melakukan evakuasi dan langkah-langkah penyelamatan diri. Semoga peresmian ini menjadi langkah awal yang efektif dalam mengurangi dampak bencana banjir di Kabupaten Mojokerto. Kehadiran sistem peringatan dini ini diharapkan dapat meminimalisir kerugian jiwa dan harta benda akibat banjir.

 

Writer Dion 

Editor Djose 


Mungkin Juga Menarik × +
VIDEOS
PERISTIWA
Hukum Kriminal
Olahraga

 
Atas
Night Mode