Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Mojokerto: Sebuah Upaya Terintegrasi dan Berkelanjutan
-Baca Juga
“Investasi masa depan: Kabupaten Mojokerto berkomitmen untuk memberantas stunting, mempersiapkan generasi yang lebih sehat dan produktif melalui upaya terintegrasi yang berkelanjutan dan berdampak jangka panjang”.
Kabupaten Mojokerto menunjukkan komitmen kuat dalam percepatan penurunan angka stunting melalui penerapan kebijakan yang terintegrasi dan berkelanjutan. Upaya ini tidak hanya melibatkan pemerintah, namun juga seluruh elemen masyarakat, menciptakan sinergi yang krusial dalam mengatasi masalah gizi kronis ini. Peraturan Bupati Mojokerto Nomor 66 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting Terintegrasi menjadi landasan hukum yang kokoh bagi langkah-langkah strategis yang telah dan akan dijalankan.
Bupati Mojokerto DR. H. Muhammad Al Barra L.c,. M. Hum, Sekda Teguh Gunarko, Kepala Dinkes dr. Ulum, Kepala Dinas DP2KB Sugeng Riyadi , Kepala Bappeda Bambang Eko Wahyudi
Salah satu kunci keberhasilan Kabupaten Mojokerto terletak pada penerapan strategi konvergensi. Proses ini melibatkan analisis situasi yang komprehensif untuk mengidentifikasi akar permasalahan stunting di tingkat desa. Rencana aksi kegiatan yang terukur kemudian disusun, diikuti dengan rembuk stunting yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Sistem manajemen data stunting yang terintegrasi memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pemantauan perkembangan program. Pembinaan terhadap pelaku dan pemerintahan kelurahan, serta pengukuran dan publikasi data stunting secara berkala, semakin memperkuat upaya ini. Reviu kinerja tahunan memastikan adanya evaluasi dan penyesuaian strategi agar tetap relevan dan efektif.
Intervensi spesifik dan sensitif juga menjadi bagian integral dari strategi Kabupaten Mojokerto. Program "Jumat CERIA", misalnya, merupakan contoh nyata intervensi yang fokus pada edukasi gizi seimbang dan pemberian tablet tambah darah bagi siswi. Program ini tidak hanya mengatasi masalah kekurangan zat besi, tetapi juga meningkatkan pemahaman tentang pentingnya gizi seimbang sejak usia dini. Hal ini menunjukkan komitmen untuk menjangkau kelompok rentan dan memberikan intervensi yang tepat sasaran.
Lebih jauh lagi, upaya pencegahan stunting menjadi prioritas utama. Kabupaten Mojokerto fokus pada peningkatan kesehatan ibu hamil, memastikan akses terhadap makanan bergizi bagi bayi dan anak, serta meningkatkan akses sanitasi dan air bersih. Ketiga aspek ini merupakan faktor determinan utama dalam mencegah terjadinya stunting. Dengan memperhatikan kesehatan ibu sejak sebelum kehamilan hingga masa menyusui, serta memastikan asupan gizi yang cukup bagi anak, Kabupaten Mojokerto berupaya memutus siklus stunting dari generasi ke generasi.
Kerjasama lintas sektor menjadi kunci keberhasilan lainnya. Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, dan instansi terkait lainnya bekerja sama secara sinergis. Kolaborasi ini memastikan bahwa intervensi yang dilakukan bersifat holistik dan terintegrasi, sehingga dampaknya lebih optimal. Tidak ada satu pun instansi yang bekerja sendiri-sendiri; semua pihak bahu-membahu untuk mencapai tujuan bersama.
Terakhir, pemantauan dan evaluasi yang berkala menjadi mekanisme penting untuk memastikan efektivitas program. Dengan melakukan pemantauan dan evaluasi secara rutin, pemerintah Kabupaten Mojokerto dapat mengidentifikasi hambatan dan tantangan yang dihadapi, serta melakukan penyesuaian strategi agar program tetap relevan dan efektif. Hal ini menunjukkan komitmen untuk terus belajar dan beradaptasi dalam upaya menurunkan angka stunting.
Kesimpulannya, arah kebijakan Kabupaten Mojokerto dalam percepatan penurunan stunting menunjukkan model yang komprehensif, terintegrasi, dan berkelanjutan. Dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, menerapkan strategi konvergensi, melakukan intervensi spesifik dan sensitif, serta melakukan pemantauan dan evaluasi yang ketat, Kabupaten Mojokerto memberikan contoh nyata bagaimana upaya penurunan stunting dapat dilakukan secara efektif dan berdampak luas. Model ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam upaya mereka untuk mengatasi masalah stunting di Indonesia.
Writer Dion
Editor Djose