Pengawasan Arus Mudik Lebaran 2025 FORKOPIMDA dan Gus Bupati Barra
-Baca Juga
Lebaran, sebagai momen penting bagi umat muslim di Indonesia, selalu diiringi oleh arus mudik dan balik yang padat. Hal ini menuntut kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam memastikan keamanan, kenyamanan, dan kelancaran perjalanan para pemudik. Kabupaten Mojokerto, Bupati Muhammad Al Barra dan Forkompinda, menunjukkan komitmennya dalam hal ini dengan melakukan inspeksi ke beberapa pos pengamanan dan pelayanan kesehatan selama libur panjang Lebaran 2025. Inspeksi ini menjadi bukti nyata dari upaya proaktif pemerintah daerah dalam mengantisipasi potensi masalah dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Salah satu lokasi yang menjadi fokus inspeksi adalah Pos Pelayanan dan Pengamanan Simpang Lima bypass Kenanten, Kecamatan Puri. Lokasi ini merupakan jalur utama bypass Mojokerto, sehingga pengawasan terhadap kesiapan petugas dalam melayani pemudik menjadi sangat krusial. Peninjauan meliputi kesiapan fasilitas, petugas, dan alur pelayanan, memastikan agar proses perjalanan pemudik dapat berjalan lancar dan terhindar dari hambatan.
Namun, inspeksi tidak hanya berfokus pada jalur utama. Bupati Al Barra juga meninjau kondisi transportasi perahu penyeberangan sungai tradisional di Desa Betro, Kecamatan Kemlagi. Transportasi ini, meskipun masih menjadi andalan masyarakat di Kabupaten Mojokerto dan Jombang, menunjukkan kondisi yang memprihatinkan dari segi keselamatan. Minimnya fasilitas keselamatan seperti pelampung dan rompi keselamatan menjadi perhatian serius. Hal ini menuntut peran aktif pemerintah daerah dan provinsi, khususnya dalam berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Brantas (BBWS) Provinsi Jawa Timur, untuk segera membangun jembatan penyeberangan sebagai solusi jangka panjang. Keberadaan jembatan tidak hanya akan meningkatkan keselamatan, tetapi juga akan memperlancar akses transportasi dan meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.
Transportasi Perahu Penyeberangan Sungai Tradisional Sungai Brantas Desa Betro Kecamatan Kemlagi Kabupaten Mojokerto Utara
Lokasi lain yang diinspeksi adalah pos pengamanan di simpang tiga Jembatan Gajahmada, Desa Mlirip, Kecamatan Jetis. Kawasan ini dikenal rawan kemacetan, kecelakaan lalu lintas, dan kriminalitas, mengingat posisinya sebagai jalur alternatif dari Surabaya menuju Jombang dan akses menuju Tol Mojokerto-Jombang-Surabaya-Kertosono. Pengawasan di titik ini menekankan pentingnya kewaspadaan dan kesiapan petugas dalam menjaga keamanan dan ketertiban, memastikan perjalanan pemudik tetap aman dan nyaman.
Apresiasi Bupati Muhammad Al Barra terhadap kerja keras seluruh petugas di lapangan, termasuk kepolisian, TNI, tenaga kesehatan, dan relawan, patut diapresiasi. Pernyataan beliau yang berharap arus mudik berjalan lancar dan masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan aman dan bahagia, merefleksikan tujuan utama dari seluruh upaya yang dilakukan. Inspeksi ini bukan hanya sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan wujud nyata dari komitmen pemerintah Kabupaten Mojokerto dalam memberikan pelayanan terbaik dan memastikan keamanan bagi para pemudik. Keberhasilan arus mudik dan balik Lebaran 2025 tidak hanya bergantung pada kesiapan infrastruktur dan petugas, tetapi juga pada sinergi dan kolaborasi seluruh pihak terkait. Semoga langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah Kabupaten Mojokerto dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam menciptakan arus mudik yang aman dan nyaman.
Writer Dion
Editor Djose