Masjid Agung Baitul Mukminin: Kebanggaan Warga Jombang
-Baca Juga
Masjid Agung Baitul Mukminin berdiri megah di jantung Kota Jombang, tepatnya di Jalan KH. A. Dahlan nomor 28. Keberadaannya yang strategis, di seberang Stasiun Jombang, menjadikannya ikon kota dan tempat persinggahan bagi warga luar daerah. Lebih dari sekadar tempat ibadah, masjid ini merupakan simbol kebanggaan warga Jombang, khususnya bagi mereka yang menyebut dirinya sebagai bagian dari "Kota Santri"
Bangunan masjid yang kini terlihat megah ini telah mengalami transformasi signifikan seiring berjalannya waktu. Dahulu, masjid ini memiliki konsep bangunan persegi dengan ruang dalam yang relatif sempit dan serambi yang luas. Kini, desainnya terbalik; ruang dalam yang luas dan serambi yang lebih kecil. Kepala Sekretariat Masjid Baitul Mukminin, Luqman Hakim, menjelaskan bahwa sejarah berdirinya masjid ini erat kaitannya dengan pembangunan Pendopo Kabupaten Jombang dan Gereja Kristen Jawi Wetan Mojowarno.
Arsitektur Masjid Agung Baitul Mukminin memadukan unsur budaya Jawa yang kental dengan nuansa keislaman yang mendalam. Joglo, ukiran, dan ornamen batik Jawa menghiasi bangunan, sementara menara yang menjulang tinggi menjadi simbol keagamaan yang mencolok. Keunikan ini menjadikan masjid ini lebih dari sekadar tempat ibadah, melainkan juga representasi identitas budaya loka
Dengan kapasitas hingga 1.500 jamaah, masjid ini selalu ramai, terutama saat bulan Ramadhan. Berbagai kegiatan keagamaan padat terjadwal, mulai dari pengajian ba'da Subuh hingga tadarus. Fasilitas yang tersedia juga sangat lengkap, termasuk tempat parkir yang luas, kamar mandi, tempat wudhu umum dan khusus lansia, gedung Islamic Center, air minum gratis, serta fasilitas pendukung lainnya seperti meja tulis dan peralatan listrik untuk para pengunjung yang ingin bekerja atau mengakses internet.
Masjid Agung Baitul Mukminin bukan hanya digunakan oleh masyarakat Jombang, tetapi juga oleh para santri, penumpang kereta api yang transit di Stasiun Jombang, dan para musafir yang melakukan ziarah kubur di Kabupaten Jombang. Luqman menambahkan bahwa sebelum pandemi Covid-19, masjid ini jauh lebih ramai, terutama ketika wisata religi makam Gus Dur dibuka untuk umum. Hal ini menunjukkan peran penting masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial di Jombang. Masjid Agung Baitul Mukminin bukan hanya sebuah bangunan, melainkan jantung spiritual dan budaya Kota Santri Jombang.
Writer Riendr
Editor Van Gan