Kelahiran Raden Wafiq: Sebuah Simbol Harapan dan Kelanjutan Generasi ~ Detak Inspiratif | Berita dan informasi terkini Indonesia
RUNNING STORY :
Loading...

Kelahiran Raden Wafiq: Sebuah Simbol Harapan dan Kelanjutan Generasi

-

Baca Juga

Raden Wafiq Ashraf Alfarizky Cucu laki-laki Raden Sudarsono (Purnawirawan) POLRI 


Hari itu, mungkin hari paling bahagia bagi IPTU Raden Sudarsono, purnawirawan Polri dari Polres Kota Mojokerto, Jawa Timur.  Bersama istrinya, Winarsih, ia memeluk erat cucu laki-lakinya yang baru lahir, Raden Wafiq Ashraf Alfarizky.  Bayi mungil itu, dengan wajah tampan dan kulit putih bersih, tampak memancarkan aura bangsawan, warisan darah biru dari Raden Sudarsono masih kerabat Kadipaten Surabaya. Surabaya saat itu masih dibawah wilayah kerajaan Mataram Yogyakarta di era kolonial.

Cucu Laki laki Raden Sudarsono Gagah Perkasa Seperti Raden Gatot Kaca 

Winarsih, dengan mata berkaca-kaca,  menatap cucunya dengan penuh kasih sayang.  Air mata haru bercampur bahagia menetes di pipinya.  Ia mengusap lembut pipi Raden Wafiq, merasakan kelembutan kulit bayi itu.  "MasyaAllah, ganteng sekali cucunya Bapak," bisiknya lirih, suaranya bergetar karena emosi yang membuncah.  Sentuhan lembut jari-jarinya pada rambut halus Raden Wafiq seakan menyampaikan seluruh rasa syukur dan cintanya.  Ia merasa semua kelelahan selama menunggu kelahiran cucu laki-laki pertamanya terbayar lunas.  Kehadiran Raden Wafiq melengkapi kebahagiaan keluarga kecil mereka.

Raden Wafiq ini tampan dan gagah perkasa seperti Raden Gatotkaca sejak lahir, adalah cucu dari Raden Sudarsono, buah hati dari pasangan Raden Wahyu Adi Prabowo dan Putri Diantika Boz, putra bungsu Raden Sudarsono. Kelahirannya di Rumah Sakit Mutiara Hati, Jalan Terusan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, pukul 07.00 WIB pagi, Kamis Pahing, 6 Maret 2025, menjadi momen yang tak terlupakan.  Terbungkus selimut putih kombinasi cokelat, Raden Wafiq tampak semakin menawan.  Winarsih tak henti-hentinya mengucapkan syukur kepada Tuhan atas karunia yang luar biasa ini.  Ia berjanji akan membesarkan cucunya dengan penuh kasih sayang dan membimbingnya menjadi anak yang sholeh.

Silsilah Raden Wafiq pun terhubung ke Raden Sayid Achmad,  putra Raden Leo Kromojoyo Dirono, seorang Wedono Surabaya buyut dari Raden Sudarsono pada masa Kadipaten Surabaya di era kolonial.  Warisan sejarah keluarga terpatri dalam setiap hembusan nafas bayi mungil itu.

Kegembiraan Raden Sudarsono meluap. Ia menceritakan kelahiran cucunya kepada rekan-rekannya,  "Alhamdulillah, saya baru saja dikaruniai cucu laki-laki! Anak saya yang dua perempuan, kini memiliki keponakan laki-laki.  Menikah tiga tahun baru dikaruniai momongan, dan cucu laki-laki pertama dari putra saya.  Cucu laki-laki ini berhak menyandang gelar 'Raden'," ujarnya dengan penuh syukur.  Winarsih menambahkan, "Semoga Raden Wafiq menjadi anak yang membanggakan keluarga kita semua."

Doa tulus terpanjat dari bibir Raden Sudarsono,  "Putu imut-imut ini, semoga menjadi anak yang sholeh, patuh pada orang tua, panjang umur, selalu dilindungi Allah SWT, dan rezekinya dilancarkan. Aamiin."  Winarsih mengamini doa suaminya dengan air mata yang masih membasahi pipinya.

Harapannya untuk sang cucu pun terungkap, "Saya berharap cucu saya kelak menjadi anak yang sholeh, memiliki watak kesatria dan bertanggung jawab, gagah berani, tegas dalam menegakkan keadilan, jujur, welas asih kepada siapa pun, dan rendah hati."  Winarsih mengangguk setuju,  menambahkan, "Dan semoga ia menjadi kebanggaan keluarga kita."

Senyum Raden Sudarsono dan Winarsih merefleksikan kebahagiaan yang tak terkira.  Kelahiran Raden Wafiq bukan hanya menambah anggota keluarga, tetapi juga meneruskan warisan kehormatan dan nilai-nilai luhur keluarga Raden.  Ia adalah simbol harapan dan kelanjutan generasi penerus. 


Writer Riendr 
Editorial Van Gan 







Mungkin Juga Menarik × +
VIDEOS
PERISTIWA
Hukum Kriminal
Olahraga

 
Atas
Night Mode